jump to navigation

PROTOZOA dan ROTIFERA November 21, 2010

Posted by sin9gih in plankton.
trackback

klasifikasi phylum protozoa berdasrakan  ciri-ciri dan morfologi !


1.  Sub Filum SARCOMASTIGOPHORA

Superclass MASTIGOPHORA, termasuk flagellates, yang multinukleat dengan banyak garis cillia (seperti flagella) dan kandung kemih pada katak Bergerak dengan flagel (bulu cambuk)     yang digunakan juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan. Dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :
Fitoflagellata
a. Flagellata autotrofik (berkloroplas), dapat  berfotosintesis. Contohnya : Euglena viridis,  Noctiluca milliaris, Volvox globator.Zooflagellata
b. Flagellata heterotrofik (Tidak berkloroplas).Contohnya : Trypanosoma gambiens, Leishmania

– Superclass OPALINATA, termasuk amuba

2.  Sub Filum SPOROZOA/APICOMPLEXA, termasuk semua parasit Tidak memiliki alat gerak khusus, menghasilkan spora (sporozoid) sebagai cara perkembang biakannya. Sporozoid memiliki organel-organel kompleks pada salah satu ujung (apex) selnya yang dikhususkan untuk menembus sel dan jaringan inang.
Hidupnya parasit pada manusia dan hewan.
Contoh : Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae,Plasmodium vivax. Gregarina.

3.  Sub Filum CNIDOSPORA, termasuk Nosema

4.  Sub Filum CILIOPHORA, termasuk Ciliata, ada 4 superclass:

—  Hototrichida

—  Peritrichida

—  Suctoria

—  Spirotrichida

Anggota Ciliata ditandai dengan adanya silia (bulu getar) pada suatu fase hidupnya, yang digunakan sebagai alat gerak dan mencari makanan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel
Contoh : Paramaecium caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella, Balantidium coli.

definisi Phylum  porifera !


Porifera merupakan hewan bersel banyak (metazoa) yang paling sederhana. Sebagian besar hidup di laut dangkal, sampai kedalaman 3,5 meter, dan hanya satu suku (familia) yang hidup di habitat air tawar yaitu Spongilidae.

Nama filum ini dari kenyataan bahwa tubuh porifera mempunyai pori-pori. Air beserta makanan masuk melalui pori kedalam rongga di dalam tubuh dari hewan akhirnya keluar melalui oskulum. Air yang telah disaring ini akan dibuang melalui oskulum. Tubuh sponsa terdiri dari dua lapisan sel, diantara kedua lapisan tersebut terdapat bagian yang tersusun dari bahan yang lunak disebut mesoglea. Sel-sel yang membentuk lapisan dalam mempunyai flagea, yang mengatur aliran sel-sel ini dapat ”menangkap” partikel makanan. Bentuk sponsa ditentukan oleh kerangka tubuh. Kerangka tersusun dari spikula. Spikula tersebut dari sel-sel yang terdapat dalam mesoglea. Spikula tersusun dari silika atau kapur (kalsium karbonat). Beberapa sponsa tidak memiliki serabut-serabut yang lentur dari zat yang disebut spongin. Sponsa terdapat di perairan yang dangkal di daerah tropis. Bila sponsa diolah dapat digunakan untuk bahan atau alat pembersih.

system reproduksi dan pencernaan phylum porifera ?


l  Reproduksi :

Porifera melakukan reproduksi secara aseksual maupun seksual.Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas dan gemmule.Gemmule disebut juga tunas internal.Gemmule dihasilkan hanya menjelang musim dingin di dalam tubuh porifera yang hidup di air tawar.Porifera dapat membentuk individu baru dengan regenerasi.Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (antara sperma dan ovum).Ovum dan sperma dihasilkan oleh koanosit.Sebagian besar Porifera menghasilkan ovum dan juga sperma pada individu yang sama. Sebagian besar Porifera bersifat hermafrodit, yang berarti masing-masing individu berfungsi sebagai jantan dan betina dalam reproduksi seksual dengan cara menghasilkan sperma dan sel telur.
Pembuahan silang terjadi antara dua spons yang berdekatan. Pembuahan menghasilkan zigot, zigot berkembang menjadi larva berflagel yang kemudian menyebar dari induknya. Jika larva ini menempel pada substrat yang cocok maka akan tumbuh membentuk spons dewasa. Spons memiliki daya regenerasi yang besar. Dengan cara ini spons dapat menggantikan bagian-bagian tubuhnya yang hilang.

l  Pencernaan :

Pada bagian dalam rongga tengah tubuhnya dilapisi oleh koanosit berflagel. Koanosit ini berperan dalam pencernaan makanan. Gerakan flagel akan membangkitkan arus aliran air, dengan demikian makanan masuk dan koanosit memakannya secara fagositosis.


klasifikasi , anatomi, morfologi dan fisiologi porifera !

Klasifikasi Porifera
Berdasarkan atas kerangka tubuh atau spikulanya, Porifera dibagi menjadi tiga kelas.

1.     Kelas Calcarea

Kerangka tubuh kelas Calcarea berupa spikula seperti duri-duri kecil dari Kalsium Karbonat.Calcarea hidup di laut dangkal, contohnya sycon, Clathrina, Leucettusa lancifer. Scypa, Grantia, dan Leucosolenia.

2. Kelas Hexatinellida

Hexactinellida (dalam bahasa yunani, hexa = enam) atau Hyalospongiae (dalam bahasa yunani, hyalo = kaca/transparan, spongia = spons) memiliki spikula yang tersusun dari silika yang mengandung Silikat atau Kersik (SiO2).Ujung spikula berjumlah enam seperti bintang.Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk vas bunga atau mangkuk/ silinder. Tinggi tubuhnya rata-rata 10-30 cm dengan saluran tipe sikonoid.Hewan ini hidup soliter di laut pada kedalaman 200 – 1.000 m.Contoh Hexactinellida adalah Euplectella.

3.    Kelas Demospongia
Kerangka tubuh kelas Demospongia terbuat dari spongin saja, atau campuran spongin dan zat kersik. Misalnya Euspongia sp dan Spongilla sp.

Ciri-ciri morfologinya antara lain:

  • ·tubuhnya berpori (ostium)
  • ·tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.
  • ·berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan

Ciri-ciri anatominya§ antara lain:

  • ·memiliki tiga tipe saluran air, yaitu askonoid, sikonoid, dan leukonoid
  • ·pencernaan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit

perbedaan antara sisitem reproduksi protozoa, porifera , dan rotifera !

– Porifera : Porifera melakukan reproduksi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas dan gemmule. Gemmule disebut juga tunas internal. Gemmule dihasilkan menjelang musim dingin di dalam tubuh Porifera yang hidup di air tawar. Secara seksual dengan cara peleburan sel sperma dengan sel ovum, pembuahan ini terjadi di luar tubuh porifera.

– Protozoa : Protozoa dapat mereproduksi dengan pembelahan biner atau beberapa fisi. Beberapa protozoa bereproduksi secara seksual, beberapa aseksual, sementara beberapa menggunakan kombinasi, (mis. Coccidia). Seorang individu protozoon adalah hermaphroditic.

– Rotifera : Reproduksi Rotifera ialah reproduksi dioecious, yaitu individu jantan lebih kecil dari betina , proses kopulasi dengan hypodermic imphregnation ,terdapat 2 macam sperma   :

1    Type pertama berfungsi dalam pembuahan

2   Type kedua berbentuk jarum berfungsi membantu sperma type pertama menembus dinding tubuh betina.

Pada ordo monogonontida dan bdelloid tidak ada yang jantan , hanya menghasilkan telur yang menetas menjadi individu betina. Dihasilkan dua macam telur hasil parthenogenesis yaitu telur amictic dan mictic. Telur amictic bercangkang tipis , tidak dapat dibuahi , diploid dan menetas menjadi individu betina. Sedangkan telur mictic bercangkang tipis, haploid , apabila tidak dibuahi akan menetas menjadi jantan , apabila dibuahi menghasilkan cangkang yang tebal dan resisten terhadap lingkungan yang buruk disebut telur dorman.

(rotifera)

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: